loading...
Mau Punya Penghasilan 250ribu/Minggu Klik DISINI

Cerita Rakyat : Sejarah Keraton Yogyakarta

Keraton yogya adalah istana milik Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Istana ini didirikan oleh Sultan Hamengkubowono I. Istana ini juga pernah menjadi istana negara pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubowono IX. Pada saat itu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi pemerintahan pusat Indonesia alias ibukota Indonesia. Tetapi pemindahan ibukota itu tidak lama dan akhirya pemerintahan pusat di kembalikan ke Jakarta lagi. Di sana, juga terdapat alun-alun yang di tengah alun alun tersebut ada beringin kembar yang konon katanya beringin tersebut sama sehingga di sebut beringin kembar. Tetapi sekarang beringin kembar tersebut sudah tidak terlalu terlihat kembar. Di sini, juga terdapat museum kereta keraton yang di dalamnya ada kereta kereta milik Sultan Yogyakarta.
Sejarah Keraton Yogyakarta
Asal mula Kasultanan Jogjakarta diawali ketika pada tahun 1558 M Ki Ageng Pamanahan mendapatkan hadiah sebuah wilayah di Mataram dari Sultan Pajang karena jasanya telah mengalahkan Aryo Penangsang. Pada tahun 1577, Ki Ageng Pemanahan yang tetap selalu setia pada Sultan Pajang sampai akhir hayatnya, membangun istananya di Kotagede. Penggantinya, Sutawijaya, anak Ki Ageng Pemanahan, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaberbeda dengan ayahandanya. Sutawijaya menolak tunduk pada Sultan Pajang dan ingin memiliki daerah kekuasaan sendiri bahkan menguasai Jawa. 

Setelah memenangkan pertempuran dengan Kerajaan Pajang, pada tahun 1588, Mataram menjadi kerajaan dengan Sutawijaya sebagai Sultan yang bergelar Panembahan Senopati. Kerajaan Mataram mengalami perkembangan pesat pada masa kekuasaan Sultan generasi keempat, Sultan Agung Hanyokrokusumo. Setelah Sultan Agung wafat dan digantikan putranya, Amangkurat I, Kerajaan Mataram mengalami konflik internal/konflik keluarga yang dimanfaatkan oleh VOC hingga berakhir dengan Perjanjian Giyanti pada bulan Februari 1755 yang membagi Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Jogjakarta. 

Dalam perjanjian tersebut, dinyatakan Pangeran Mangkubumi menjadi sultan Kasultanan Jogjakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwana I. Sejak tahun 1988 hingga sekarang, Kasultanan Jogjakarta dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwana X. Keraton Jogjakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti. Lokasi keraton konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring- iringan jenazah raja-raja Mataram yang akan dimakamkan di Imogiri. 

Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Jogjakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Lokasi Keraton Jogjakarta berada di antara Sungai Code di sebelah timur dan Sungai Winongo di sebelah barat serta Panggung Krapyak di sebelah selatan dan Tugu Jogja di sebelah utara. Lokasi ini juga berada dalam satu garis imajiner Laut Selatan dan Gunung Merapi

0 Response to "Cerita Rakyat : Sejarah Keraton Yogyakarta"

Post a Comment

Tulis Tanggapan Anda Tentang Postingan Diatas