loading...
Mau Punya Penghasilan 250ribu/Minggu Klik DISINI

Sejarah Singkat Kota Boyolali Jawa Tengah

Asal mula nama BOYOLALI menurut cerita serat Babad Pengging Serat Mataram, nama Boyolali tak disebutkan. Demikian juga pada masa Kerajaan Demak Bintoro maupun Kerajaan Pengging, nama Boyolali belum dikenal. 

Menurut legenda nama BOYOLALI berhubungan dengan ceritera Ki Ageng Pandan Arang (Bupati Semarang pada abad XVI. Alkisah, Ki Ageng Pandan Arang yang lebih dikenal dengan Tumenggung Notoprojo diramalkan oleh Sunan Kalijogo sebagai Wali penutup menggantikan Syeh Siti Jenar. 

Oleh Sunan Kalijogo, Ki Ageng Pandan Arang diutus untuk menuju ke Gunung Jabalakat di Tembayat (Klaten) untuk syiar agama Islam. Dalam perjalananannya dari Semarang menuju Tembayat Ki Ageng banyak menemui rintangan dan batu sandungan sebagai ujian. 

Ki Ageng berjalan cukup jauh meninggalkan anak dan istri ketika berada di sebuah hutan belantara beliau dirampok oleh tiga orang yang mengira beliau membawa harta benda ternyata dugaan itu keliru maka tempat inilah sekarang dikenal dengan nama SALATIGA. 

Perjalanan diteruskan hingga sampailah disuatu tempat yang banyak pohon bambu kuning atau bambu Ampel dan tempat inilah sekarang dikenal dengan nama Ampel yang merupakan salah satu kecamatan di Boyolali. Dalam menempuh perjalanan yang jauh ini, Ki Ageng Pandan Arang semakin meninggalkan anak dan istri. 

Sambil menunggu mereka, Ki Ageng Beristirahat di sebuah Batu Besar yang berada di tengah sungai. Dalam istirahatnya Ki Ageng Berucap “ BAYAWIS LALI WONG IKI” yang dalam bahasa indonesia artinya “Sudah lupakah orang ini”.Dari kata Baya Wis Lali/ maka jadilah nama BOYOLALI. 

Batu besar yang berada di Kali Pepe yang membelah kota Boyolali mungkinkah ini tempat beristirahat Ki Ageng Pandan Arang. Mungkin tak ada yang bisa menjawab dan sampai sekarang pun belum pernah ada meneliti tentang keberadaan batu ini.

Demikian juga sebuah batu yang cukup besar yang berada di depan Pasar Sunggingan Boyolali, konon menurut masyarakat setempat batu ini dulu adalahtempat untuk beristirahat Nyi Ageng Pandan Arang. Dalam istirahatnya Nyi Ageng mengetuk-ngetukan tongkatnya di batu ini dan batu ini menjadi berlekuk-lekuk mirip sebuah dakon (mainan anak-anak tempo dulu). 

Karena batu ini mirip dakon, masyarakat disekitar Pasar Sunggingan menyebutnya mBah Dakon dan hingga sekarang batu ini dikeramatkan oleh penduduk dan merekapun tak ada yang berani mengusiknya.



Penetapan Hari Jadi Kabupaten Boyolali tidaklah mudah. Untuk menetapkan hari jadi yang selalu diperingati setiap tanggal 5 pada bulan Juni memakan waktu yang cukup lama dan perlu penelusuran sejarah yang panjang. Penetapan Hari Jadi Kabupaten Boyolali sebelumnya telah dilakukan penelitian oleh Lembaga Penelitian Universitas Sebelas Maret 

Surakarta. Penelitian ini didasarkan atas SuratPerjanjian Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Boyolali dengan dengan Lembaga Penelitian UNS pada 11 September 1981. Setelah melakukan penelusuran sejarah, selanjutnya pada 23 Pebruari 1982 di Gedung DPRD Kabupaten Boyolali diselenggarakan seminar tentang SEJARAH HARI JADI KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BOYOLALI. 

Dalam seminar ini telah disimpulkan tanggal 5 Juni 1847 merupakan Hari Jadi Kabupaten Boyolali. Selanjutnya melalui Rapat Paripurna DPRD pada tanggal 13 Maret1982 telah ditetapkan Peraturan Daerah Tingkat II Kabupaten Boyolali Nomor 3 Tahun 1982 tentang Sejarah dan Hari Jadi Kabupaten Boyolali. 

Perda tersebut telah diundangkan melalui Lembaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Boyolali pada tanggal 22 Maret 1982 Nomor 5 Tahun 1982 Seri D Nomor 3.



No


Nama

Jabatan

Periode

Ket
1
RT. Sutonegoro
Bupati Pulisi
1847

2
RT. Prawirodirjo
Bupati Pulisi
-

3
RT. Dirjokusumo
Bupati Pulisi
1894

4
RT. Prawironagoro
Bupati Pulisi
1913

5
RT. Pusponagoro
Bupati Pulisi
1917
Kemudian diangkat menjadi Bupati Nayoko Bumi Gede dengan nama KRT. Kartonagoro
6
RT. Martonagoro
Bupati Pulisi
1921
Kemudian diangkat menjadi Bupati Pulisi Klaten dengan nama RT. Yudonagoro
7
KRT. Suronagoro
Bupati Pulisi
21-10-1922
Kemudian diangkat menjadi Bupati Penumping
8
KRT. Reksonagoro
Bupati Pangreh Praja
11/09/40
-
9
RM.Ng.Projosuwito
Ketua Dewan Pem Daerah
1946

10
R. Hamong Wardoyo
Ketua Dewan Pem Daerah
1947

11
RT. Boedjonagoro
Bupati Pamong Praja
01-06-1948 s/d 29-12-1951

12
M. Sastrohanjoyo
Bupati KDH/Dewan Pemda
01-04-1951 s/d 28-01-1958
Kemudian Residen Pekalongan
13
Suali Dwijosukarto
Bupati KDH
21-01-1960 s/d 28-01-1965
diberhentikan
14
Letkol Saebani
Bupati KDH
28-01-1965 s/d 25-05-1972
Menjadi Bupati KDH Klaten
15
Letkol Soehardjo
Bupati KDH
14-11-1972 s/d 09-06-1979

16
Letkol MC. Tohir
Bupati KDH
09-06-1979 s/d 09-06-1984

17
Moh. Hasbi
Bupati KDH
09-06-1984 s/d 09-06-1994

18
S. Makgalantung
Bupati KDH
9-06-1994 s/d 09-06-1999

19
Setiawan Sadono
Pjs. Bupati
1999-2000

20
dr. H. Djaka Srijanta
Bupati
2000 s/d 15-03-2005


KH. Habib Masturi
Wakil Bupati
2000 s/d 15-03-2005

21
Singgih Pambudi, SH
Pjs. Bupati
15-03-2005 s/d 31-07-2005

22
Drs. Sri Moeljanto
Bupati
01-08-2005 s/d 31-07-2010


Drs. Seno Samodro
Wakil Bupati
01-08-2005 s/d 31-07-2010

23Drs. Seno SamodroBupati03-08-2010 s/d 31-07-2015

Agus Purmanto, SH. M.SiWakil Bupati03-08-2010 s/d 31-07-2015

DAFTAR BUPATI BOYOLALI
DARI MASA KE MASA



Sumber : dari berbagai sumber

0 Response to "Sejarah Singkat Kota Boyolali Jawa Tengah"

Post a Comment

Tulis Tanggapan Anda Tentang Postingan Diatas