loading...
Mau Punya Penghasilan 250ribu/Minggu Klik DISINI

Wanita-wanita Pejuang 45

dalam rangkan menyambut hari kemerdekaan RI

Laswi




Jo Paramita
 
Jo Paramita Abdurahman , tokoh putri pejuang kemanusiaan yang konsekwen. Namanya tak dapat
dipisahkan daari pembangunan Palang Merah Indonesia pada masa awal-revolusi.
Emmy Saelan

Emmy Saelan, pejuang putri Sulawesi, gugur pada bulan Januari 1947 dalam perjuangan di Kasi-kasi dekat kota Makassar. Sejak muda Emmy Saelan memang tak mau bekerja sama Belanda. Ia ikut juga dalam pemogokan 'Stella Marris' sebagai protes terhadap penangkapan Dr. Sam Ratulangi.
Pernah ia menggunakan kesempatannya sebagai perawat melepaskan pejuang-pejuang (tawanan Belanda) yang datang untuk dirawat luka-lukanya.
Pada bulan Juli 1946 ia menggabungkan diri dengan pasukan Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (Lapris) dibawah pimpinan Ranggong Daeng Romo yang meneruskan perjuangan gerilya dihutan-hutan.
Pada waktu satuan-satuan Belanda menyerang Kasi-kasi, Emmy Saelan meletuskan granat ketengah-tengah Belanda yang akan menangkapkan. Delapan tentara Belanda tewas, dan 1 pejuang Indonesia: Emmy Saelan sendiri.

Herawati Diah


Ktut Tantri


S.K. Trimurti


Ny. Sunarjo Mangunpuspito



0 Response to "Wanita-wanita Pejuang 45"

Post a Comment

Tulis Tanggapan Anda Tentang Postingan Diatas